liesha92

BANA

[FANFICTION] Always Besides You

Title               : Always Beside You

Author         : Lisa Lunardi

Genre           : Romance

Rating         : General

Length        : Oneshoot

Cast             : Author, Key, Nana & Krystal

AUTHOR POV

Akhir-akhir ini aku sungguh tak mengerti pada perubahan yang terjadi pada pacarku. Mendadak ia berubah drastis. Beberapa pekan terakhir ini, ia selalu datang pagi-pagi ke rumahku dengan membawa hadiah ataupun coklat. Tak biasanya ia seperti ini. Biasanya ia hanya memberiku hadiah pada moment-moment tertentu seperti hari ulang tahunku, valentine ataupun ketika tahun baru. Aku kuatir jangan-jangan ia ingin putus denganku. Sudah 3 tahun kami berpacaran. Kami tak ingin hubungan kami berakhir dengan cara seperti ini. Ia berbuat manis padaku setelah itu ia meninggalkanku. Entah sudah berapa kali aku bertanya padanya akan perubahan sikapnya itu namun berulang kali juga ia mengelaknya. Ia sama skali tidak memberikanku alasan dan itu membuatku sangat bingung. Aku bingung harus bercerita kepada siapa soal perubahan sikap yang terjadi pada pacarku. Akhirnya aku memutuskan untuk bercerita kepada sahabat terbaikku, Nana.

“Kamu juga aneh sih. Pacar baik dan perhatian malah dicurigai. Nanti kalo gak ditelpon-telpon, kamu juga bingung. Harusnya kamu itu bersyukur banget punya cowok yang perhatian dan baik seperti itu. Bukannya malah mikir yang enggak-enggak. Nanti apa yang kamu takutin bisa jadi kejadian loh” Aku kesal dengan penuturan temanku. Ia bukannya memberikan solusi tapi malah membuatku parno.

“Bukannya begitu. Aku cuman heran aja. Aku kan sering baca-baca di majalah psikologi cowok kalau punya selingkuhan atau apa kek namanya. Yang jelas dia ada cewek lain deh. Jadi mereka tuh gak mau ketahuan belangnya makanya mereka sembunyi di balik perhatian-perhatian gitu deh. Yang semula rajin ingkar janji jadi tepat janji. Aku kuatir. Jujur, aku gak mau kehilangan Key” Aku menyeruput jus jeruk di hadapanku. Pikiranku benar-benar kalut sekarang. Nana menyuruhku untuk mempercayai Key. Aku juga ingin sekali bisa mempercayainya namun entah kenapa ada yang mengganjal di benakku.

“Ya udah kalo emang Key macem-macem atau ngeduain kamu, ya udah tinggal kamu PHK aja alias putusin”

“Ihhhh ngomong seenaknya aja lu” Aku memukul Nana dengan buku tulis sementara ia hanya nyengir kuda.

Dirumah pun pikiranku masih belom bisa tenang. Aku guling-gulingan di kasur namun sama skali belom menemukan jalan keluar. Aku berusaha untuk tidur dan melupakan sejenak permasalahanku, namun tidak bisa. Akhirnya kuputuskan untuk menelpon ke rumah Key. Aku ingin tahu kabar Key. Sesungguhnya aku akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkannya takut sewaktu-waktu ia memutuskanku. Rupanya bukan Key yang mengangkat telepon melainkan adiknya. Ya, aku sudah sangat mengenali suara Krystal, adiknya Key.

“Wah aku kurang tau eon kemana oppa pergi. Tapi akhir-akhir ini oppa emang suka pergi kalau sore-sore begini”

“Belakangan ini? Memangnya dia gak pamit atau bilang apa gitu ama kamu?”

“Gak tuh, eon. Katanya sih ada kegiatan tapi aku juga kurang tau ada kegiatan apa”

“Dia pergi ama yeoja chingu gak?” Aku mulai panik.

“Kalau keluar dari rumah sih sendirian tapi gak tau kalau janjiannya di Mall atau kafe. Oppa kan emang suka nongkrong di Mall. Eonni tau sendiri kan? Emangnya kenapa sih eon? Kok nanyanya kayak introgasi gitu? Emang Keyppa udah gak nganter jemput eonni lagi?”

“Gak sih. Cuman sore ini eonni ada perlu sama dia. Udah dulu ya Krys. Gumawo infonya”

“Cheon, eon. Coba aja hubungin ke handphone nya Keyppa” Aku pun menutup saluran telepon. Pikiranku sudah benar-benar kacau. Aku sudah gak mau ambil pusing dulu sementara ini. Kucoba untuk mempercayai Key dan menenangkan pikiranku. Aku gak mau jadi stress sendiri karena banyak pikiran yang belom tentu benar kenyataannya. Ku rebahkan diriku di kasur, kutarik selimut dan kucoba untuk memejamkan mata.

Keesokan harinya…

Seperti biasa hari ini pagi-pagi sekali, Key sudah menghadiahi ku sekuntum mawar merah (?) Aku memang menyukai bunga dan jujur saja aku suka Key menghadiahiku bunga mawar di pagi hari seperti ini. Aku berusaha untuk tersenyum. Tiba-tiba aku teringat ada sesuatu yang harus kutanyakan pada Key.

“Kemarin sore kamu pergi kemana? Aku telepon ke rumah, Krystal yang angkat”

“Ohhh aku ada kegiatan di luar” Key tersenyum padaku.

“Kerjaan apa?? Masa aku gak boleh tau? Aku ini kan pacar kamu” Aku kembali ngotot pada Key.

“Bukannya begitu. Kamu boleh tau sih. Cuman belom kegiatan hasilnya jadi aku malu aja kalau ngomonginnya sekarang” Key menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sepertinya ia salah tingkah.

“Apa ada kaitannya sama cewek?” Aku memicingkan mata curiga.

“Astaga, kamu masih cemburuan aja ya. Emangnya kita hidup di dunia ini cuman cowok doank? Enggak kan? So, jangan berpikiran terlalu jauh” Key mencubit pipiku dan aku menepisnya pelan sambil bergaya aegyo.

“Abis kamu gak mau jujur sih” Aku memasang ekspresi kesal.

“Belum waktunya. Nanti deh kalau waktunya udah pas, aku pasti bakalan kasih tau kamu. Aku janji aku akan ceritain semuanyaaa”

“Kenapa gak sekarang?”

“Belum pengen aja” Key menjawab singkat. Aku betul-betul menyerah kali ini. Aku menggandeng Key menuju ke mobil. Aku gak mau terlalu banyak bertanya padanya. Aku akan menunggu hingga ia benar-benar siap menceritakan semuanya padaku. Sungguh aku benar-benar gak bisa menebak isi pikiran pacarku ini.

Keesokan harinya, aku kembali menghubungi Krystal, adik Key. Aku benar-benar butuh teman ngobrol. Nana sedang pergi dengan pacarnya dan ia tak ingin kuganggu jadi terpaksa aku mengobrol dengan Krystal via telepon.

“Eon, Keypa pergi loh minggu pagi ini. Janjian ama eonni gak?” tanya Krystal.

“Gak tuh. Pergi kemana ya?”

“Aku gak tau sih. Katanya sih mau pergi ama eonni”

“Oh mungkin belom sampai. Aku tungguin deh”

“Oke deh eon. Aku juga gak ikhlas sih kalau sampai Keyppa ada cewek lain lagi. Aku bakalan kesel terus aku amuk-amukin Keyppa kalau dia sampai nyakitin eonni. Tuh cewek juga bakalan aku amuk-amukin” Aku tertawa kecil mendengar penuturan adiknya Key.

“Kamu gak boleh gitu Krys. Kalau aku jodoh sama Key. Kalau enggak?” Aku kembali murung.

“Aku bakalan ngasih Keyppa pelajaran. Udahan deh ya eon. Tuh bell tamunya udah bunyi. Mungkin Keyppa udah datang” Aku menyudahi pembicaraanku dengan Krystal dan beranjak ke pintu masuk untuk melihat tamu yang datang. Aku berharap Key lah yang ada di balik ambang pintu itu. Ternyata benar, Key lah yang menekan bel pintu. Ia bilang ingin mengajakku kesuatu tempat. Aku sempat cemas juga kemana Key akan membawaku. Apa ia sudah siap untuk menceritakan semuanya padaku? Aku berharap begitu.

Di dalam mobil, aku gak banyak bicara dengan Key. Aku benar-benar merasa cemas. Aku mulai membuka pembicaraan daripada suasananya gak enak begini.

“Kamu mau bawa aku kemana sih, Key?”

“Tenang aja. Kamu gak bakalan nyesel deh. Bukannya kamu ingin tau kenapa aku berubah akhir-akhir ini?”

“Tentu saja. Cuman kalau kamu bikinnya jadi gak jelas kayak gini, mending turunin aku biar aku pulang naik taxi” Aku mengancam Key dengan pura-pura ingin membuka pintu mobil.

“Jangan gitu donk” Key mencegahku. “Tenang aja. Aku gak akan ngebawa kamu ke tempat yang serem. Nanti kamu juga tau. Nanti kalau kita udah nyampe sana, aku akan menjelaskan semuanya ama kamu”

“Key, kamu nyadar gak sih? Kamu itu makin aneh aja. Aku serasa gak mengenal kamu”

“Orang kan selalu berubah. Pasangan yang pacaranpun tetep harus saling belajar untuk terus mengenal satu sama lain” Key tersenyum padaku dan sangat manis sekali.

“Sejak kapan kamu jadi bijak gitu?”

“Sejak jalan sama kamu” Key berkedip nakal.

“Dasar!” Aku membuang muka ke arah jendela. Tapi dalam hati aku bahagia dan tersenyum kecil sepanjang perjalanan. Untung saja Key tidak melihatnya.

Akhirnya mobil kami sampai di sebuah pusat rehabilitasi narkoba. Aku sedikit takut. Untuk apa Key membawaku kesini. Jantungku sudah berdebar kencang.

“Ayo masuk. Ada diskusi bagus”

Key menggandengku masuk ke dalam dan duduk di kursi peserta. Diskusi itu membahas tentang bahaya narkoba dan cara pencegahan dini sampai penanganan paling awal bila ada anggota keluarga yang ternyata ketahuan menjadi pecandu narkoba. Setelah diskusi selesai, Key mengajakku keluar mencari makan. Kami memutuskan untuk berjalan kaki sebab restaurant yang kami tuju letaknya tidak jauh dari pusat rehabilitasi. Sepanjang perjalanan, aku berkomentar banyak soal diskusi tadi dan Key menjadi pendengar yang baik.

“Bagus kan diskusinya?” Tanya Key.

“Luar biasa. Harusnya kampus kita juga ngadain kegiatan seperti ini” Aku berbicara menggebu-gebu.

“Itu semua aku dan panitia yang kerja keras. Itu kenapa aku pergi dan gak ngasih tau kamu”

Aku menoleh menatap Key lekat-lekat.

“Aku gak ngerti” ucapku polos.

“Tuh restaurantnya udah keliatan. Nanti akan kujelaskan lagi di dalam restaurant” Key merangkulku dan membawaku masuk ke dalam restaurant. Kami memilih tempat duduk dekat jendela yang dekat taman dan kolam agar lebih nyaman untuk ngobrol sambil bisa melihat pemandangan taman. Kami pun memesan segelas jus jeruk dan alpukat.

“Kamu ingat kan waktu kita pertama kali bertemu?” Key memulai pembicaraan.

“Maksudmu?”

“Mungkin aku sudah kecanduan berat kalau waktu itu aku gak ketemu kamu. Aku ingat betul tanggal kamu hadir dalam hidupku. Itu waktu aku mulai kasih kado ke kamu minggu kemarin. Aku jadi ingat, betapa banyak jasa kamu dalam hidupku. Kamu secara gak langsung udah nyelametin hidupku”

“Itu sih kebeneran doank, Key. Aku pikir waktu itu kamu cuman ikutan ama geng-geng nya mereka untuk pakai narkoba makanya aku ingetin kamu”

“Iya cuman kamu yang peduli dan untung aku masih sadar akhirnya aku milih untuk ninggalin itu semua” Key tersenyum hangat kepadaku dan aku membalas senyumannya.

“Halah, ngakunya aja ninggalin demi aku kan?” Aku kembali berpura-pura kesal.

“Ada iya nya juga sih. Cuman itu sebagian kecilnya aja. Aku mikirin masa depanku juga. Itu sebabnya kemarin pas mulai kerja untuk kegiatan diskusi itu, aku pengen ngasih sesuatu ke kamu. Yah meskipun gak sebanding ama jasa kamu”

“Jadi itu sebabnya?”

“Iya, aku juga serius sayang ama kamu. Aku gak mau kamu pergi dari hidup aku” Key menggenggam erat tanganku. Tangannya dingin entah karena pengaruh AC atau ia keringat dingin saking gugupnya.

“Iya Key. Aku minta maaf juga ya” Aku kembali tersenyum padanya.

“Minta maaf, untuk apa?”

“Aku udah curiga sama kamu. Aku kira kamu udah bosen ama aku terus nyari cewek lain deh. Makanya aku udah siap-siap aja ngepak seluruh barang-barang hadiah dari kamu. Aku juga udah mulai deket ama beberapa cowok. Sewaktu-waktu kamu ngajakin putus, tinggal masukin barang-barang itu ke gudang dan milih cowok paling oke” Aku memasang ekpresi tak berdosa.

“MWO??? Jadi kamu belom percaya sepenuhnya sama aku??” Key membelalakan matanya. Aku tersenyum geli melihatnya.

“Bukan begitu. Cuman bagiku, kepercayaan itu gak bisa diukur sekilas tapi mesti terus-menerus. Sekali dikhianati ya sudah, hancur deh semuanya”

“Itulah yang kusuka darimu”

“Apanya?”

“Kamu cewek yang realistik”

“Kamu juga orang yang baik dan pengertian meskipun susah ditebak apa maumu” Aku melepaskan tanganku dari genggaman Key dan mengelus pipi Key lembut. Pipinya benar-benar lembut seperti pipi bayi.

“Yuk pulang. Kita disini cuman pesan jus doank gak makan apa-apa” Key bangkit berdiri.

“Hei! Tunggu dulu” cegahku.

“Apalagi?” Key nampak bingung.

“Sekarang aku yang kecanduan. Aku jadi selalu berharap kamu datang dengan kado” Aku tersenyum jahil.

“Enak aja! Aku bisa bangkrut” Key beranjak pergi meninggalkanku.

“Hei tunggu!! Tanggung jawab sudah membuatku ketagihan seperti ini!” Aku menyusul langkah Key dan merangkulnya dari belakang. Aku juga mengecup pipinya lembut. Seulas senyum tersungging dari bibirku. Hari ini aku sungguh-sungguh bahagia. Aku berjanji tidak akan mudah curiga dengan sikap Key. Setidaknya hubungan kami selama 3 tahun patut dijadikan pertimbangan bila harus mencurigai.

8월 23, 2011 - Posted by | Fan Fiction, SHINee | , , , ,

댓글이 없습니다.

답글 남기기

아래 항목을 채우거나 오른쪽 아이콘 중 하나를 클릭하여 로그 인 하세요:

WordPress.com 로고

WordPress.com의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

Twitter 사진

Twitter의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

Facebook 사진

Facebook의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

Google+ photo

Google+의 계정을 사용하여 댓글을 남깁니다. 로그아웃 / 변경 )

%s에 연결하는 중

%d 블로거가 이것을 좋아합니다: